Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Belitung, membagikan bibit gaharu gratis sebanyak 225.700 bibit dalam upaya perwujudan program one billion trees atau penanaman satu miliar pohon pada 2011.
“Pembagian bibit gaharu gratis juga sebagai bentuk upaya pelestarian lingkungan hidup sekaligus mengajak masyarakat Bangka Tengah agar mencintai lingkungan hidup melalui gerakan menanam pohon,” ujar Kasi Rehabilitasi Hutan dan Lahan Dishutbun Bangka Tengah, Husef Sribuono, di Koba, Rabu (26/1).
Ia mengatakan, bibit gaharu gratis dapat diperoleh masyarakat dengan cara mengisi blangko pengambilan bibit yang disediakan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Bangka Tengah.
“Setelah mengisi blanko pengajuan bantuan bibit, warga yang mengajukan juga harus bersedia menandatangani persetujuan untuk tidak menjual bibit gaharu tersebut kepada pihak lain dan harus ditanam di wilayah Kabupaten Bangka Tengah,” katanya.
Menurut dia, apabila warga masyarakat yang mengambil bantuan bibit gaharu melanggar ketentuan persetujuan maka akan dikenakan ganti kerugian sebesar Rp5.000 per bibit gaharu.
“Dengan adanya persetujuan tersebut kami harapkan bibit gaharu gratis dapat bermanfaat yakni menjaga kelestarian lingkungan hidup sekaligus memberikan tanaman hutan bernilai ekonomis terhadap masyarakat,” katanya.
Ia mengatakan, tanaman hutan gaharu memiliki nilai jual tinggi yang berkisar dari Rp30 ribu per kilogram hingga Rp22 juta per kilogram.
“Gaharu memiliki nilai jual yang tinggi, apabila gubal gaharu berkualitas baik maka dapat dijual sebesar Rp22 juta per kilogramnya,” katanya yang menyatakan bibit gaharu yang dibagikan secara gratis merupakan bibit gaharu Aquilaria Malacencis.
Menurut dia, bibit gaharu jenis Aquilaria Malacencis dapat tumbuh menjadi gaharu kemendangan maupun gaharu teri tergantung dari proses pembentukan gubal gaharunya pada saat proses pertumbuhan pohon.
Ia mengatakan, tiap warga masyarakat yang mengajukan bibit gaharu gratis akan memperoleh jumlah bibit gaharu sesuai dengan luas lahan yang dimiliki.
“Untuk satu hektare lahan kosong kami berikan kuota bibit gaharu sebanyak 400 bibit dan untuk lahan yang sudah ditanami komoditas lainnya seperti karet kami tetapkan kuota sebanyak 200 bibit per hektar,” katanya.
Menurut dia, agar bantuan tepat sasaran maka lahan yang dimiliki masyarakat yang mengajukan bantuan bibit akan diverifikasi oleh petugas penyuluh lapangan (PPL).
“PPL akan memberikan rekomendasi apakah pengaju memang memiliki lahan atau tidak sehingga bibit gaharu dapat dipermanfaatkan sesuai dengan peruntukannya,” katanya.
Program bibit gaharu gratis juga pernah dilaksanakan pada 2008 dengan jumlah bibit yang dibagikan sebanyak 150.000 bibit gaharu.
Sumber: MediaIndonesia.com












Jadi pengen ikut nanam gaharu nih.