Agarwood (Gaharu) Nursery & Supplier From Indonesia
沉香 · 沈香 · عود
Agarwood

Budidaya Ikan Gurame (Osphronemus gouramy)

FREE Classified ads for Agarwood Products
Jual Bibit Aquilaria subintegra | Wilayah Sumatera Utara (Medan dan sekitarnya)

Ikan Gurame (Osphronemus gouramy)

Ternak Ikan Gurame (Osphronemus gouramy)

Ikan Gurame (Osphronemus gourame) adalah ikan asli Indonesia dan ikan endemis di Pulau Sumatra, Jawa dan Kalimantan. Tetapi karena sangat digemari masyarakat, maka ikan ini menyebar ke seluruh penjuru tanah air. Bahkan sejak beratus tahun lalu, ikan gurami sudah dicoba untuk dikembangbiakan di negara lain, diantaranya Madagaskar, Mauritius, Sycheles, Australia, Srilangka, Suriname dan Haiti.

Secara alami, gurame hidup di air tawar di perairan yang tenang, seperti rawa, situ, danau dan perairan tenang lainnya. Sedangkan di sungai yang berarus deras, gurami jarang ditemui. Itu sebabnya gurame sangat mudah dipelihara di kolam-kolam tergenang. Ikan ini mempunyai daya adaptasi tinggi terhadap lingkungan, tetapi lebih cocok hidup pada ketinggian maksimal 800 m di atas permukaan laut. Suhu ideal untuk pertumbuhan gurame antara 24 – 29 0C, derajat keasaman (pH) antara 6,5 – 8, kandungan oksigen terlarut 3 – 5 ppm, dan air yang tidak terlalu keruh.

Gurame merupakan ikan yang memiliki pertumbuhan agak lambat namun harganya relatif meningkat setiap saat. Untuk DKI Jakarta, jenis ikan ini cocok karena tidak memerlukan air yang mengalir. Untuk memberi petunjuk bagi masyarakat yang berminat di bawah ini diuraikan tata cara budidayanya.

Ikan GurameJenis Ikan Gurame

Jenis ikan gurame yang dikenal masyarakat berdasarkan bentuknya ada 2 (dua) yaitu:

  1. Gurame angsa (soang) : badan relatif panjang, sisik relatif lebar.
    Ukuran yang bisa dicapainya berat 8 kg, panjang 65 cm.
  2. Gurame Jepang : badan relatif pendek dan sisik lebih kecil.
    Ukuran yang dicapai hanya 45 cm dengan berat kurang dari 4,5 kg.

Jika dilihat dari warnanya terdapat gurame hitam, putih dan belang.

Memilih Induk Gurame

Induk yang dipakai sebaiknya mencapai umur 3 tahun. Untuk membedakan induk jantan dan betina bisa dilihat dari ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Induk betina
    Ikan betina mempunyai dasar sirip dada yang gelap atau berwarna kehitaman, warna dagu ikan betina keputih-putihan atau sedikit coklat, jika diletakkan di lantai maka ikan betina tidak menunjukan reaksi apa-apa. Sebaiknya sudah berumur 3~7 tahun.
  2. Induk jantan
    Ikan jantan mempunyai dasar sirip berwarna terang atau keputih-putihan, mempunyai dagu yang berwarna kuning, lebih tebal daripada betina dan menjulur. Induk jantan apabila diletakkan pada lantai atau tanah akan menunjukan reaksinya dengan cara mengangkat pangkal sirip ekornya ke atas.

Selain mengetahui perbedaan induk jantan dan betina, perlu juga diketahui demi keberhasilan pembenihan gurame ini. Induk telah berumur 3~7 tahun. Berbeda dengan induk ikan tambakan, induk ikan gurame ini semakin bertambah umurnya akan mengeluarkan telur semakin banyak, perut akan membulat dan relatif panjang dengan warna badan terang.

Sisik-sisiknya usahakan tidak cacat/hilang dan masih dalam keadaan tersusun rapi. Induk betina yang cukup umur dan matang kelamin ditandai dengan perutnya akan membesar ke belakang atau di dekat lubang dubur. Pada lubang anus akan nampak putih kemerah-merahan. Dan apabila kita coba untuk meraba perutnya akan teras lembek.

Berikut ini beberapa tips buat anda dalam mencari atau membeli induk ikan:

  • Belilah induk ketika masih calon induk, yaitu ikan yang masih berukuran 2,5 kg untuk betina, dan 2 kg untuk jantan. Kerena sebelum dipijahkan, induk-induk tersebut harus diadaptasikan terlebih dahulu di lingkungan barunya, agar telur-telutnya berkualitas baik. Oleh sebab itu, induk-induk tersebut harus dibeli tiga bulan sebelumnya. Induk-induk tersebut dipelihara sampai matang gonad, atau hingga siap untuk dipijahkan.
  • Belilah satu jenis kelamin induk dari seorang pembudidaya pada suatu tempat. Misalnya jenis kelamin betina saja, sedangkan induk jantan dibeli dari pembudidaya di tempat lain yang berjauhan. Jangan sekali-kali membeli induk jantan dan betina dari satu seorang pembudidaya dari satu tempat. Karena kemungkinan besar kedua jenis induk itu berasal dari satu keturunan. Bila nantinya kedua jenis induk itu dipijahkan, maka akan terjadi perkawinan dalam, atau inbreeding. Inbreeding dapat berakibat kurang baik, dan dapat menurunkan kualitas genetik, hingga kualitas benih menjadi kurang baik.

Siklus Pertumbuhan Ikan GuramePemijahan ikan Gurame

Pemasukan air dilakukan pagi-pagi sekali, sehingga menjelang jam 10.00 kolam telah berisi air setengahnya. Induk-induk yang telah lolos seleksi dimasukkan dalam kolam dengan hati-hati dan penuh kasih sayang.

Perbandingan jumlah antara induk jantan dan betina biasa 1 : 1 – 14. Dengan harapan induk jantan paling sedikit bisa mengawini dua ekor induk betina dalam satu tarikan. Setelah dilepaskan dalam kolam pemijahan biasanya induk jantan tidak otomatis langsung membuat sarang, tetapi terlebih dahulu berjalan-jalan, berenang kesana-sini mengenal wilayahnya.

Setelah 15 hari sejak dilepaskan, induk jantan biasanya sudah langsung disibukkan oleh kegiatannya membuat sarang. Garis tengah sarang biasanya kurang lebih 30 cm, yang biasanya dikerjakan oleh induk jantan ini selama seminggu (7 hari). Setelah sarang selesai dibuat, induk jantan cepat-cepat mencari dan merayu induk betina untuk bersama sama memijah disarang.

Induk betina ini akan menyemprotkan telur-telurnya kedalam sarang melalui lubang sarang yang kecil, kemudian jantan akan menyemprotkan spermanya, yang akhirnya terjadilah pembuahan didalam istana ijuk ini. Tidak seperti halnya ikan mas yang pemijahannya hanya beberapa jam saja, pemijahan ikan gurame ini biasanya berlangsung cukup lama.

Induk jantan bertugas menjaga sarang selama pemijahan berlangsung. Setelah pemijahan selesai, biasanya giliran induk betina yang bertugas menjaga keturunannya, dengan terlebih dulu menutup lubang sarang dengan ijuk atau rumputan kering.

Telur ikan gurame tidak tenggelam serta tidak bersifat adhesif. Segera setelah keluar dari induknya telur akan melayang bebas di air. Itulah sebabnya induk gurame memijah di sarang yang sudah dibuat sebelumnya sehingga telur-telur yang dikeluarkan tidak bertebaran kemana mana. Setelah memijah, induk gurame masih akan merawat telur tersebut.

Telur gurami akan menetas dalam selang waktu 36 – 48 jam pada padat tebar 4 – 5 butir/cm2 dengan kedalaman air 10 – 20 cm dan pemberian aerasi kecil pada suhu 29 – 30 O C. Larva ikan gurami yang menetas akan terapung dengan bagian perut berada di sebelah atas.

Telur yang sehat akan berwarna kuning bening sedangkan yang yang berwana kuning seperti kuning telur (tidak tembus pandang) adalah telur yang tidak sehat atau mati. Dalam fase ini terjadi pembentukan baik organ dalam tubuh maupun luar sehingga apabila akan memindahkan atau melakukan penggantian air harus dilakukan dengan sangat hati-hati supaya tidak menyebabkan kerusakan fisik maupun kematian.

Telur gurame dapat diperoleh pada beberapa sentra budidaya ikan gurame dengan harga yang relatif murah.

Dengan nalurinya sebagai orang tua yang baik, biasanya induk betina ini menjaga anaknya dengan tak lupa mengipaskan siripnya terutama sirip ekor kearah sarang. Gerakan sirip induk betina ini akan meningkatkan kandungan oksigen terlarut dalam air. Air dengan kandungan oksigen yang cukup akan membantu menetaskan telur-telur dalam sarang. Sebab seperti diketahui, telurpun butuh oksigen dalam prosesnya menjadi benih ikan. Sementara dengan kasih sayang induk betina menjaga keturunanya, induk jantan akan kembali menyusun sarang dan memikat induk betina yang lainnya untuk melanjutkan keturunannya.

Ukuran Benih GurameDari atas kolam kita bisa mengetahui induk-induk yang telah memijah tanpa turun ke kolam dengan melihat adanya bau amis, dan terlihat adanya lapisan minyak tepat di atas sarang pemijahan.

Penetasan Telur Ikan Gurame

Penetasan telur bisa dilakukan di paso, aquarium atau pun ember-ember plastik. Cara memindahkan telur dari dalam sarang ke paso/aquarium dilakukan dengan hati-hati tidak terlalu kasar untuk menghindari agar telur tidak pecah. Sarang bahan dari ijuk yang ada 5 cm dibawah permukaan air dan telah ditutup rapat, diangkat dengan cara dimasukkan kedalam ember yang berisi 3/4 bagian ember.

Sarang menghadap ke atas dan ditenggelamkan kemudian perlahan-lahan tutup sarang dibuka, maka telur-telur akan keluar dan mengambang dipermukaan air. Selanjutnya telur diangkat dengan mengunakan piring kecil untuk dipindahkan ke paso aquarium atau ember bak yang telah diisi air bersih yang sudah diendapkan. Penggantian air dilakukan secara rutin agar telur-telur menetas dengan sempurna dan telur yang tidak menetas segera dikeluarkan. Telur akan menetas dalam tempo 30 ~ 36 jam.

Larva

Pada fase ini sudah terlihat bentuk ikan, organ-organ sudah terbentuk sempurna dan larva sudah bisa berenang. Pada tahap awal, larva tidak membutuhkan suplai makanan dari luar karena kuning telur yang ada pada perutnya merupakan sumber makanan.

Pada tahap lanjutan dimana larva sudah bisa berenang bebas dapat diberikan makanan / pakan alaminya berupa cacing sutra (Tubifex sp.) maupun kutu air (Daphnia sp.).

Pada tahap ini larva juga masih rentan terhadap kontak fisik sehingga tetap diperlukan kehati-hatian ekstra dalam perawatannya. Selain itu perlu juga diperhatikan supaya tempat perawatan betul-betul bersih dari telur-telur atau larva yang mati, pakan alami yang sudah mati maupun dari predator alaminya. Air yang sudah mulai terlihat kotor atau berminyak di lapisan atasnya dapat diganti separuhnya atau bisa juga hanya ditambah dengan air yang baru.

Pendederan Benih Gurame

Selama 5 hari benih-benih belum membutuhkan makanan tambahan, karena masih mengisap kuning telur (yolk sack). Setelah lewat masa itu benih membutuhkan makanan yang harus disuplai dari luar. Oleh karenanya jika masih belum ditebarkan di kolam harus diberi makan infusoria.

Menu Ikan GurameJika benih hendak ditebarkan di kolam, kolam harus dikeringkan dan dipupuk dengan pupuk kandang 1 kg/m2. Setelah seminggu benih ditebarkan, yaitu ketika air kolam sudah berubah menjadi kehijau-hijauan. Benih gurame umur 7 hari dapat dipasarkan kepada para pendedar dengan system jual sarang sehinga frekwensi pembenihan dapat ditingkatkan.

Padat tebar pendederan 50 ~ 100 ekor/m2, sementara kolam yang digunakan berkisar 50 s/d 250 m2.

Konsumsi

Pembudidaya gurame dapat memilih melakukan pembesaran mulai dari bibit berukuran silet atau korek sampai dengan ukuran konsumsi yaitu 0,3 sampai dengan 0,7 kg. Pada fase ini resiko kematian akibat penyakit, salah perawatan atau karena dimangsa predator alami sudah sangat kecil sehingga tingkat kelangsungan hidup (survival rate) dapat mencapai 80-90%. Dengan tingkat kelangsungan hidup yang tinggi maka secara otomatis aspek usaha pembudidayaan gurame juga menjadi sangat menjanjikan.

Pakan yang diberikan pada fase ini dapat berupa dedak, pelet dan ditambah dengan pakan alami yaitu daun-daunan:

  • Keladi (Colocasia estulata)
  • Ketela pohon (Manihot utilissima)
  • Pepaya (Carica papaya)
  • Ubi jalar (Ipomoa batatas)

Pembesaran ikan gurame dilakukan di kolam tanah dengan padat tebaran 4-5 ekor/m2. Jadi sebuah kolam ukuran 200 m2 dengan kedalaman air 40-60 cm dapat menghasilkan ikan konsumsi ukuran 0,5 kg sebanyak 400 – 500 kg. Pada saat artikel ini dibuat harga gurame segar di tingkat konsumen mencapai Rp 26.000 – Rp 30.000 per kg. Sumber: budidaya-gurame.blogspot.com

Panen Ikan GurameBudidaya Ikan Gurame Pada Kolam Terpal

Budidaya Ikan merupakan peluang usaha yang tidak pernah mati, kebutuhan ikan di masyarakat terus meningkat dan semakin meluas, sementara pasokan belum mencukupi. Salah Budi Daya Ikan yang menjanjikan keuntungan adalah Ikan Gurameh, atau sebutan lain Ikan Guramih. Ikan Gurameh merupakan ikan yang banyak digemari oleh masyarakat kita.

Aneka masakan berbahan dasar ikan guramih dengan mudah bisa didapatkan di restoran, warung makan bahkan kaki lima. Di pasar tradisional dan pasar modern juga banyak tersedia ikan guramih mentah siap masak dalam segala macam ukuran. Rasa ikan guramih yang terkenal paling enak diantara ikan tawar telah menjadikan ikan ini sebagai komoditas yang menjanjikan peluang bisnis.

Peluang Bisnis Ikan Gurame

Gurameh menjadi peluang Bisnis bagi peternak , pedagang gurameh, pemilik restoran penyedia masakan gurameh dan peluang usaha bagi penyedia bibit gurameh. Harga ikan guramih siap konsumsi juga relatif lebih tinggi dibandingkan dengan ikan jenis lain sekitar 20-30 ribu per kilogram. Sehingga Budidaya Ikan Gurameh banyak dipilih oleh masyarakat.

Peluang usaha budi daya ikan gurameh dapat dilakukan pada skala usaha mikro, usaha kecil dan menengah maupun skala besar. Karena modal usaha yang dibutuhkan juga bisa dari kecil hingga besar. Usaha budi daya ikan gurameh ini pada dasarnya bisa dilakukan dalam skala rumah tangga sehingga sangat terbuka bagi siapa saja. Bagi sebagian kita yang tidak memiliki lahan yang cukup luas dan air yang melimpah mungkin akan merasa tidak mungkin menggeluti bisnis budidaya ikan gurameh ini. Dengan menggunakan kolam terpal hal tersebut dapat diatasi dan mungkin dilakukan.

Ikan Gurameh memang memerlukan lahan dan air yang cukup agar dapat hidup dan berkembang dengan baik dan optimal. Dengan menggunakan kolam terpal pada lahan yang sempit dan investasi yang tidak mahal , kita bisa melakukan budidaya ikan gurameh. Budidaya Ikan Gurameh dengan Kolam terpal hanya membutuhkan sedikit air karena air sebagai tempat hidup berasal dari air sumur atau air PAM. Bisnis budidaya ikan gurameh dapat dilakukan oleh siapa saja dan bisa dijadikan sebagai usaha sambilan bagi karyawan, mahasiswa atau orang yang sudah memiliki bisnis lain.

Karena prosesnya yang sederhana dan hanya memerlukan sedikit ketelatenan, selain itu budidaya ikan gurameh pada kolam terpal bisa dijadikan sebagai hiburan. Memberi makan dan memandangi ikan guramih pada pagi dan sore menjadi kesenangan tersendiri bagi sebagian orang. Keunggulan lain budidaya ikan gurameh pada kolam terpal adalah mempermudah memutus mata rantai penyakit pada ikan guramih. Kolam terpal bisa dikuras dan dikeringkan dengan mudah sewaktu-waktu, sehingga penyakit yang ada pada kolam dapat dihilangkan dengan lebih mudah.

Kolam Terpal

Kebutuhan Budidaya Gurameh Kolam Terpal

Kolam ikan gurameh dengan terpal ini dapat dibuat fleksibel sesuai dengan lahan yang dimiliki dan bisa ditempatkan di mana saja. Bisa di pekarangan rumah, sawah atau tempat lain yang tersedia. Tentu saja kolam dengan ukuran kecil hanya mampu menampung ikan gurameh dalam jumlah yang tidak banyak. Jika terlalu banyak ikan dalam kolam maka pertumbuhannya tidak bisa optimal bahkan mengalami kematian.

Selain itu ukuran ikan gurameh juga menjadi pertimbangan berapa jumlah ikan yang dipelihara dalam kolam. Untuk ukuran kolam 1m2 dengan kedalaman 90 cm kira-kira bisa diisi dengan 10 ekor gurameh dengan berat 2.5 ons. Seiring dengan pertumbuhan ikan gurameh tentu jumlahnya harus dikurangi. Jika tidak maka perlu penambahan filter air yang memadai, caranya adalah dengan mengalirkan air kolam terpal dengan pompa ke suatu sistem filter, setelah melalui filter air masuk kembali ke kolam.

Model pembuatan Kolam terpal sebagai tembat budidaya ikan gurameh bisa dibuat dua jenis, yang pertama adalah dengan menggali tanah dengan kedalaman tertentu biasanya sekitar 90 cm, kemudian Terpal dipasang pada tanah galian tersebut. Cara Kedua adalah dengan memasang terpal pada permukaan tanah ( tidak menggali tanah), dengan bantuan rangka dari besi atau kayu ,terpal dirangkai menyerupai bak.

Cara pertama beban terpal tidak terlalu berat sewaktu diberi air, cara kedua memudahkan kita melakukan penggantian dan pembersihan kolam. Dengan selang kita bisa menyedot kotoran-kotoran kolam terpal dengan mudah. Pada budi daya ikan gurameh kolam terpal ini kotoran ikan gurame perlu dikeluarkan (shiftpond), agar kesehatan dan kebersihan air tetap terjaga.

Proses Budidaya Gurameh Kolam Terpal

Setelah kolam terpal selesi dibuat langkah selanjutnya adalah mengisi kolam dengan ikan gurameh, akan tetapi sebelum ikan gurameh dimasukkan perlu dipastikan terlebih dahulu kolam dalam kondisi bersih dari penyakit dan zat-zat berbahaya. Terpal mengandung unsur kimia untuk pewarnaannya, maka sebelum dipasang perlu dicuci dan dibersihkan.

Untuk membunuh patogen kolam yang telah terisi air ditaburi garam 2 ons/m3. Pastikan juga ikan guramih yang akan dibudidayakan tidak mengandung bibit penyakit. Jika ada gurameh yang terkena penyakit perlu dikarantina terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam kolam.

Proses selanjutnya adalah memberi makan. Ikan gurameh diberi makan 2 kali dalam sehari dengan pellet dengan kandungan protein 25% sampai dengan 30%. Frekuensi pemberian makan lebih baik dalam frekuensi yang banyak tetapi dalam jumlah sedikit-sedikit daripada dalam frekuensi sedikit tetapi jumlahnya banyak. Selain Pelet makanan untuk ikan guramih bisa ditambahkan daun-daunan dan sayuran. Daun-daunan dan sayuran sangat bermanfaat bagi kesehatan dan pertumbuhan ikan gurameh.

Pada budidaya ikan gurameh dengan terpal ini perlu dihindari pemberian makanan yang berlebihan, jika ada makanan yang tersisa harus segera dibuang. Makanan ikan dan kotoran ikan yang ada di kolam mengandung zat amoniak yang dalam jumlah tertentu bersifat racun bagi gurameh. Selain memberi makan dengan jumlah dan frekuensi teratur hal lain yang perlu diperhatikan adalah kualitas air.

Meski ikan gurameh cukup tahan dengan air yang tidak baik tetapi air perlu dibersihkan dan diganti sebagian(30%) secara periodik. Biasanya penggantian dilakukan satu minggu sekali dengan melakukan shift pond. Air disedot keluar dengan selang atau pompa, kotoran keluar melalui selang tersebut, kemudian diisi kembali dengan air baru. Lebih bagus lagi jika kolam diberi aerator atau filter untuk menambah kadar oksigen dan membersihkan kotoran secara otomatis.

Masa Panen Gurameh

Masa panen adalah masa yang ditunggu pada budidaya ikan gurameh ini. Guramih bisa dipanen sesuai dengan kebutuhan. Untuk tujuan pembenihan, guramie dapat dijual pada ukuran berapapun. Untuk ukuran tabur 2.5 ons dalam waktu sekitar 5 bulan bisa dipanen sebagai guramih konsumsi dengan berat 6 sampai 7 ons.

Masa panen ini bisa dipersingkat lagi karena permintaan pasar cenderung menyukai gurameh dengan ukuran 5 ons. Berat pada masa panen ini juga bisa meningkat dengan pemberian pakan yang baik dan frekuensi yang lebih sering serta kondisi air yang lebih baik. Melihat proses yang sederhana dan permintaan yang terus meningkat, menjadikan budidaya gurameh pada kolam terpal menjadi peluang bisnis yang cukup layak untuk dicoba. Sumber: galeriukm.web.id

3 Comments
  1. Agak diluar topik, tapi kelihatannya mengasyikkan sekali kalau punya kolam ikan KOI seperti ini.

  2. Saya berminat mengembangkan Koi. Kalau ada pelatihannya boleh juga.

  3. Wahhh, mantap nih! Terima kasih ulasannya.

Leave a Reply