Bupati Bangka Tengah, Erzaldi Rosman Djohan, Kamis (24/11/2011) mengatakan saat ini, di Bangka Tengah ada 38 kelompok tani Gaharu yang dibina oleh Pemkab Bateng.
Satu kelompok ini, berjumlah sekitar 100 orang. Dari 38 kelompok tersebut, 10 kelompok sudah di programkan untuk mengikuti pembinaan dan penelitian gaharu oleh kementerian kehutanan dan perkebunan.
Gaharu, sandalwood exporters, in Bangka-Belitung (Babel) province have asked the local government to establish a Natural Resources Conservation Agency (BKSDA = Balai Konservasi Sumber Daya Alam) in the province.
Read more →Banyak cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan, seperti yang dilakukan Mahmuddin Sani warga Jalan Ampera 147 Kelurahan Pekan Bahorok Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat ini. Tidak hanya mengembangkan pohon penghasil gaharu seluas 5 hektare saja atau sebanyak 2.000 pohon saja, tapi bapak berusia 63 tahun ini juga memanfaatkan daun muda tanaman gaharu untuk dijadikan teh yang mulai banyak digemari masyakarat karena manfaatnya bagi kesehatan.
Read more →Petani gaharu di Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung, terkendala pemasaran sehingga minat masyarakat menanam gaharu terus turun dan memilih menanam karet. “Petani gaharu kesulitan menjual hasil gubal gaharunya yang sebetulnya memiliki nilai ekonomis tinggi bila ada pasar yang menampung produk gaharu yang dihasilkannya,” ujar Kabid Kehutanan pada Disbunhut Bangka, Hendar, di Sungailiat, Kamis.
Read more →Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung, pada 2011 berupaya memproduksi minyak gaharu melalui proses penyulingan kayu gaharu yang mencapai 432.477 pohon.
“Selain memanfaatkan gubal gaharu untuk diekspor kami juga ingin memproduksi minyak gaharu untuk meningkatkan kesejahteraan para petani gaharu,” ujar Kepala Dishutbun Bangka Tengah, Mahmuddin di Koba, Kamis.
Petani gaharu di Bangka Tengah kini terancam. Ribuan pohon gaharu yang dibudidayakan di daerah ini diserang ulat daun. Bahkan dalam waktu semalam seluruh daun dalam satu pohon habis dimakan hama ini. Berdasarkan hasil penelitian laboratorium, jenis ulat yang menyerang tanaman gaharu petani di Bangka Tengah merupakan jenis hama ulat daun.
Read more →Jenis hama ulat yang menyerang tanaman Gaharu bernama ulat Timilisi. Ulat ini sangat berbahaya karena dalam waktu 1 kali 24 jam bisa menghabiskan daun satu pohon yang berusia 4 tahun. Saat ini perkebunan Gaharu di Bangka Belitung diserang hama ulat tersebut. Ada ratusan batang pohon Gaharu milik petani yang diserang.
Read more →Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Belitung, membagikan bibit gaharu gratis sebanyak 225.700 bibit dalam upaya perwujudan program one billion trees atau penanaman satu miliar pohon pada 2011. “Pembagian bibit gaharu gratis juga sebagai bentuk upaya pelestarian lingkungan hidup sekaligus mengajak masyarakat Bangka Tengah agar
Read more →Keharuman kayu gaharu menggoda para pemburu dari luar daerah. Berbeda dengan warga setempat yang mampu memilah gaharu yang bermutu, pemburu dari seberang cenderung main babat, main embat, main tebang. Jejak-jejak itu masih segar: tapak sepatu, ranting-ranting patah dan ceceran daun hijau. Abet Nego, anggota Petugas Konservasi Kampung
Read more →










